Kesaktian Pancasila

Senin, 30 September 2013

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.


Sejarah Perumusan

Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :
  • Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.
  • Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :
  • Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945
  • Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
  • Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
  • Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
  • Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)

Hari Kesaktian Pancasila


Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif dibelakangnya. Akan tetapi otoritas militer dan kelompok reliji terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.
Pada hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. [Sumber]


Pancasila bagi Bangsa Indonesia, bukan hanya sebagai dasar negara namun juga ideologi, pandangan hidup, dan pemersatu; yang dirumuskan dari nilai-nilai luhur budaya bangsa. Nilai-nilai yang mengatur tentang suatu hubungan antara manusia; dengan Sang Pencipta, sesama, dan bangsa-bangsa lain; tentang bermasyarakat dan bernegara, juga tentang bagaimana mencapai dan membentuk masyarakat yang adil dan makmur. Oleh karena itu, nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila harus ditanamkan menjadi kepribadian Bangsa.

Peringatan Kesaktian Pancasila 2013 memiliki tema “Mewujudkan Nilai-nilai Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa”. Meskipun tidak menyuratkan kata ‘sakti’ di dalamnya, namun secara subtansi, jika memiliki kepribadian maka orang atau kelompok tersebut sudah dapat dikatakan sakti, dihormati, dan disegani, begitu pula dengan Bangsa Indonesia. Jika memiliki kepribadian yang dilandaskan pada Pancasila, maka bangsa Indonesia juga dapat dihormati.

Sejarah mencatat berbagai usaha untuk mengganti Pancasila dengan ideologi atau nilai-nilai lain. Contohnya pada tahun 1948 dan 1965 di Madiun dan Jakarta, Partai Komunis Indonesia berusaha dengan cara yang kejam. Selain itu, melalui jalur politik-konstitusional yang terlihat di dalam perdebatan pada Sidang Konstituante tahun 1950-an. Berbagai usaha tersebut tidak membawa perubahan, hal ini disebabkan oleh kuatnya kesadaran dan pemahaman masyarakat Indonesia akan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, serta pandangan hidup yang paling tepat.

Peringatan Kesaktian Pancasila bertujuan agar bangsa Indonesia harus tetap berhati-hati terhadap adanya usaha-usaha baru untuk menggantikan Pancasila dengan cara yang sistematis baik terlihat dengan mata ataupun dalam tataran ide dan pemikiran yang abstrak. Bangsa Indonesia harus lebih giat dan tidak mengenal lelah dalam melakukan penanaman nilai-nilai Pancasila lalu mengimplementasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya melalui pendidikan formal; dengan adanya mata pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan yang diterapkan pada Kurikulum tahun 2013, yang mengandung nilai-nilai Pancasila untuk ditamankan kepada generasi muda sehingga dapat membentuk karakter bangsa. [Sumber]


Berikut kami sisipkan Sambutan bapak Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Tentang Hari kesaktian Pancasila 2013





Semoga Bermanfaat :)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SMK Murni 1 Surakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger