DOHC 16 VALVE

Senin, 23 September 2013

Oleh : RIZA RIZANDO
Mahasiswa FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta

DOHC 16 VALVE (Double Overhead Camshaft 16 Valve), jika diterjemahkan secara bebas, artinya adalah camshaft yang memiliki overhead doubel dan memiliki 16 katub. Camshaft adalah shaft (palang, setang atau ceruk) dimana cam (bubungan) menempel. Jika diartikan secara keseluruhan, motor DOHC 16 VALVE adalah motor dimana terdapat dua pasang bubungan yang menempel untuk setiap silinder mesin dan memiliki 16 katub.



Gambar kepala silinder DOHC 16 Katub


DOHC merupakan salah satu teknologi valve lifting atau mekanisme katup. Sesuai dengan namanya, teknologi ini menggunakan dua buah noken as (camshaft). Masing-masing noken as memiliki fungsi yang berbeda, dimana salah satu noken berfungsi untuk katup isap dan yang lainnya untuk katup buang. Biasanya, DOHC memiliki 4 buah katup yaitu 2 buah katup isap dan 2 buah katup buang. Namun, ada juga yang memiliki 2 buah katup isap dan 1 buah katup buang.
Pada mesin 4 silinder DOHC 16 Valve, berarti setiap silinder memiliki 4 katub yaitu 2 katub hisap dan 2 katub buang. Masing-masing katub digerakkan oleh 1 noken as yang berputar sesuai putaran poros engkol yang dihubungkan oleh timing belt atau drive chain.

Gambar mesin DOHC

KELEBIHAN DOHC
Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan DOHC 16 Valve perlu diketahui terlebih dahulu konsep internal combustion engine atau mesin yang memiliki karakter terjadinya pembakaran di dalam mesin itu sendiri, dalam hal ini terjadi di silinder. Konsepnya adalah, makin banyak bahan bakar dan udara yang masuk untuk di bakar, semakin besar power yang dihasilkan mesin. Sebaliknya, semakin sedikit bahan bakar dan udara yang dibakar, semakin kecil power yang dihasilkan. Dalam hal ini, DOHC yang memiliki jumlah dua pasang overhead camshaft tiap silinder (sepasang lebih banyak daripada SOHC), memiliki kemampuan memasukkan bahan bakar dan udara lebih banyak daripada SOHC, artinya mesin DOHC menghasilkan power yang lebih besar. Jadi dapat dikatakan dengan suatu istilah, “DOHC means power”. Biasanya mesin DOHC lebih mahal harganya karena membutuhkan jumlah part yang banyak, yaitu lebih banyak overhead camshaft dan lebih banyak valve. Selain itu, jumlah overhead camshaft yang lebih banyak membutuhkan power yang lebih banyak juga untuk menggerakkannya. Hal ini akan mengurangi power yang dihasilkan dari mesin itu sendiri walaupun tidak terlalu banyak. Jadi power yang dihasilkan oleh mesin akan terpakai sedikit untuk menggerakkan part yang lebih banyak pada mesin DOHC walaupun tidak signifikan.

KEKURANGAN DOHC
Mesin jenis DOHC 16 Valve memang memiliki banyak kelebihan, namun dibalik kelebihhan tersebut mesin jenis ini juga memiliki kekurangan. Kelemahan yang paling mendasar dari DOHC ini adalah biaya yang tentunya lebih mahal dari pada SOHC. Jika pada SOHC cukup dengan mengganti satu noken as, sesuai dengan namanya DOHC membutuhkan dua noken as yang memiliki kondisi yang tidak berbeda. Selain itu, jumlah overhead camshaft yang lebih banyak membutuhkan power yang lebih banyak juga untuk menggerakkannya. Hal ini akan mengurangi power yang dihasilkan dari mesin itu sendiri walaupun tidak terlalu banyak. Jadi power yang dihasilkan oleh mesin akan terpakai sedikit untuk menggerakkan part yang lebih banyak pada mesin DOHC walaupun tidak signifikan.
Mesin DOHC memiliki jumlah dua pasang overhead camshaft tiap silinder (sepasang lebih banyak daripada SOHC), memiliki kemampuan memasukkan bahan bakar dan udara lebih banyak, artinya mesin DOHC menghasilkan power yang lebih besar dari. Sebagai konsekuensinya, mesin DOHC akan lebih boros karena asupan bahan bakar lebih banyak.




Share this article :

2 komentar:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SMK Murni 1 Surakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger